oleh

Refleksi Akhir Tahun

Terkadang masa lalu mengusik kita dengan rasa bersalah dan masa depan dengan kecemasan.
Banyak hal sudah terjadi dalam hidup kita selama tahun 2019 ini. Mungkin, ada diantaranya yang membuat kita tidak tenang, menyesal, marah, bingung dan perasaan ini selalu diiringi dengan rasa bersalah.

Rasa bersalah itu mengatakan; “Seharusnya dulu aku tidak melakukannya. Seharusnya saat itu aku dapat mengambil keputusan yang bijaksana dan bukan keputusan yang bodoh.

Mungkin rangkaian kata seharusnya itu akan bertalu-talu di hatimu, seolah ingin menghakimi kita. Kata inilah yang sering membuat kita merasa bersalah dan menjadi musuh dalam hidup kita.

Namun, semua yang sudah terjadi tidak dapat kita ubah lagi. Kita tidak dapat mengubah lembaran-lembaran masa lalu kita. “Aku yakin, bahwa hidup adalah 10% dari apa yang terjadi padaku dan 90% adalah bagaimana aku bereaksi terhadap apa yang terjadi itu”. Charles Swindoll

Hal ini berarti, bahwa setiap kita bertanggung jawab terhadap sikap-sikap kita sendiri. Kita tidak dapat mengubah masa lalu, tetapi kita dapat mengubah sikap-sikap kita yang salah dimasa lalu.

Satu hal yang istimewa, bahwa kita memiliki kesempatan setiap hari untuk memilih sikap apa yang akan kita ambil untuk hari itu. Karena itu, mari gunakan kesempatan itu dengan bijaksana, supaya kita tidak menyesal di kemudian hari.

Hal yang lebih buruk daripada rasa bersalah dan penyesalan adalah rasa cemas. Kecemasan kita sering menghantui hidup kita dengan pertanyaan-pertanyaan; “Bagaimana jika saya tidak mendapatkan pekerjaan? Bagaimana jika gadis yang saya sukai ternyata tidak suka dengan saya? Bagaimana jika usaha saya ini tidak berhasil?” Serta banyak kecemasan lainnya yang memenuhi benak kita.

BACA JUGA:   Kumpulan Puisi, Aldo Ratu Bhato

Padahal rasa cemas yang berlebihan justru akan menghancurkan kita. Seandainya inilah kata yang akan merampas sukacita dalam hidup kita. Lawan dari seandainya, adalah kepastian.

Tetapi bagi kita yang sunggung percaya dan hanya menaruh harap pada Tuhan, kita tidak perlu cemas dan hidup berandai-andai. Karena tuhan memberikan hidup penuh kepastian.

Kita tidak perlu cemas dan takut, karena hari depan kita ada ditangannya. Masa lalu kita diampuninya, dan masa kini kita dipelihara olehnya. Tuhan, selalu hadir dalam kehidupan kita.

Karena waktu itu laksana air yang mengalir ke hilir yang tak pernah lagi kembali ke hulu. Waktu juga laksana anak panah yang terlepas dari busurnya, yang juga tak akan pernah kembali. Kadang ia membangkitkan gairah dan semangat. Kadang ia memperdaya kita.

Kadang kita tidak menyadari kehadiran waktu dan melupakan nilainya. Oleh karenanya, kita harus menghargai setiap kesempatan yang ditawarkan sang waktu sebelum ditarik dari kita karena kesempatan tidak akan datang untuk kedua kalinya.

Untuk itu jangan pernah menyesali apa yang sudah terjadi dimasa lalu kita, karena semua apa yg terjadi tidak mungkin bisa kembali lagi. Jadilah setiap peristiwa menjadi pembelajaran bagi hidup kita.

Mari, di akhir tahun ini kita merefleksi semua yang terjadi dalam hidup kita, baik peristiwa suka maupun duka selama tahun 2019 ini. Sesungguhnya Refleksi, adalah belajar. Belajar, adalah cara untuk mengerti, memahami, mendekati, menyadari, mencintai, dan menghasilkan masa depan yang lebih baik dan bermakna.

Refleksi juga merupakan ajang instrospeksi diri atas segala bentuk macam perbuatan, tindakan, dan keputusan kita, dimana kadang kala merugikan orang lain, menyakiti, dan menyengsarakan orang lain. Semua itu harus diubah menjadi lebih bermanfaat, berguna, dan berkeadilan.

BACA JUGA:   Kisah Valentine, Dari 14 Terus ke 15

Masa lalu, adalah tempat untuk mengingat segala bentuk ucapan, tindakan, dan seluruh perbuatan kita. Masa kini, adalah media untuk merancang, memprediksi, dan menyiapkan strategi terbaik menyikapi masa lalu menuju masa depan. Sedangkan masa depan, adalah masa yang senantiasa diinginkan, dicapai, dan dijadikan cita-cita memetik hasil.

Kemampuan kita memetakan dengan benar dengan mengambil hikmah dari masa lalu, merenungi masa kini, dan merancang masa depan. Dan, akan menjadi kunci keberhasilan kita menatap masa depan yang lebih cerah dan mencerahkan.

Semoga di tahun 2020, kesuksesan senantiasa menyertai kita. Amin.

(Wawan Setiawan)