oleh

10 Orang Positif C-19 di Manggarai, Hasil Kontak Erat dengan Pasien yang Meninggal Asal Cireng, Ruteng

MANGGARAI – Perkembangan virus corona di Kabupaten Manggarai, NTT mengalami penambahan pasien. Kini, 10 orang dinyatakan positif.

Kesepuluh orang ini pernah kontak erat dengan almarhum RJ, pasien Covid-19 asal Cireng Kecamatan Ruteng yang meninggal dunia di RSUD dr. Ben Mboi Ruteng baru-baru ini.

Sepuluh orang terkonfimasi positif Covid-19 itu berdasarkan hasil pemeriksaan PCR Laboratorium Biomolekuler RSUD Prof. WZ Johannes Kupang.

Jubir Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Manggarai, Lodovikus Moa menjelaskan, 10 orang itu terdiri dari istri dan anak RJ serta kerabat dekat.

Lodivikus menyebut, 10 kasus baru ini merupakan  transmisi lokal karena terjangkit dari  almarhum RJ.

“Sepuluh ini disebut klaster Cireng dan menjangkiti satu keluarga,” kata Lodivikus, Kamis 3 September 2020.

Kepala Bagian Prokopim Setda Manggarai ini mengatakan tim surveilans segera melakukan trace terhadap orang-orang yang berinterkasi maupun kontak erat dengan 10 pasien baru tersebut.

“Tracing akan lebih panjang lagi karena penelusuran  melibatkan siapa saja yang berinteraksi dengan sepuluh orang itu selama ini termasuk orang tua RJ yang tidak mau diswab pada pemeriksaan kali lalu,” ujarnya.

Untuk diketahui, selain istri dan anak RJ, seorang petugas medis, (NPG) yang pernah mengurusi almarhum RJ juga terkonfirmasi positif corona. Dua orang anak dari PNG, bidan yang bertugas di Puskesmas Anam Desa Bulan Kecamatan Ruteng itu juga terinfeksi virus mematikan ini.

“Ini lagi yang sangat  mengkhawatirkan kita, bidan yang positif selama ini tetap masuk kerja. Karena anaknya juga kena maka kita harus tracing anak-anak sepermainan dengan anak NPG,” kata Lodivikus.

Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Manggarai, lanjut Lodivikus merekomendasikan Puskesmas Anam ditutup untuk sementara waktu.

“Sesuai protap,  Puskesmas Anam kita tutup,” terang Lodovikus. (RED)