Hingga Kini, Tim Penyidik Kejati NTT Masih Menggeledah Kantor Bupati Mabar

Dilihat: 389

MANGGARAI BARAT – Hingga kini, Tim Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTT masih melakukan penggeledahan di Kantor Bupati Manggarai Barat (Mabar).

Penggeledahan ini sudah dilakukan sejak pukul 09.00 pagi tadi, namun Tim Penyidik belum memberikan keterangan secara resmi kepada sejumlah awak media terkait berkas apa saja yang ditemukan dalam penggeledahan itu.

Ada pun mereka saat ini masih berada dalam ruangan bagian Pemerintahan. Penggeledahan itu berlangsung secara tertutup, awak media pun hanya menunggu di depan ruangan pemeriksaan.

loading...

Sekitar pukul 15.00 sore tadi, Bupati Dula memang terlihat memasuki ruangan bagian Pemerintahan untuk menemui tim penyidik. Dula ditemani oleh Kabag Tata Pemerintahan Ambrosius Syukur.

Hingga pukul 16.00 Wita, Bupati Dula keluar dari ruangan tanpa memberikan keterangan kepada sejumlah awak media. Didampingi Ajudan pribadinya, Bupati Dula hanya berjalan tunduk keluar dari kantor Bupati menuju mobilnya yang terparkir di depan kantor.

Bupati Dula saat berjalan keluar kantor ditemani ajudan (Foto: Media WN)

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, pagi tadi, baik para Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kantor Bupati Mabar, maupun di Kantor BPN Kabupaten Mabar terkejut dengan kehadiran tim penyidik dari Kejati NTT ini. Pasalnya, Tim Penyidik Kejati NTT ini tiba-tiba datang dengan mengenakan seragam lengkap dengan rompi bertuliskan ‘Satuan Khusus Pemberantasan Korupsi’.

Terdapat 2 tim yang melakukan penggeledahan, satu tim masing-masing beranggotakan sebanyak 6 orang yang terdiri dari Tim Penyidik Kejati NTT dan Tim penyidik Kejari Mabar.

Selain menggeledah ruangan Bupati, Tim Penyidik juga telah geledah ruangan Asisten 1, ruang Asisten 3, dan ruangan Tata Pemerintahan Setkab Mabar. Sementara satu tim lainnya melakukan pemeriksaan dokumen di Kantor BPN Kabupaten Mabar.

Terlihat di kantor Bupati Mabar, sejumlah dokumen dibuka satu per satu dan diperiksa secara teliti.

Diketahui, penggeledahan ini dilakukan terkait kasus dugaan penyimpangan kewengan dan prosedural terhadap jual beli aset tanah milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mabar, yang berlokasi di Kerangga Toro Lema Batu Kalo arah utara Kelurahan Labuan Bajo, Kecamatan Komodo, Kabupaten Mabar.

Sebelumnya, Tim penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Nusa Tenggara Timur (NTT) juga telah memeriksa sejumlah saksi terkait masalah tanah di Kabupaten Manggarai Barat, pada Selasa, 29 September lalu.

Pemeriksaan tersebut dilakukan di Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Manggarai Barat. Salah Satu saksi yang diperiksa adalah Bupati Manggarai Barat, Agustinus Ch Dula. Kala itu, Penyidik Kejati NTT memeriksa Agustinus Ch Dula mulai Pukul 10.00 Wita hingga Pukul 17.00 Wita.

Selain Bupati Dula, ada sejumlah saksi yang ikut diperiksa dalam kasus tersebut. Di antaranya, Kepala Bagian Tata Pemerintahan Ambros Syukur, mantan Sekda Manggarai Frans Paju Leok, Fungsionaris Adat Nggorang H. Ramang Ishaka, Mantan Sekda Rofinus Mbon, Laurensius Y. Ambo, Karolus Gopa, Kepala BPN Mabar Abel A. Mau dan Donatus Endo seorang mantan pensiunan Kabupaten Manggarai. (yb)

  •