Angelo Wake Kako Pantau Pembangunan Sarana Hunian Wisata di Labuan Bajo

Dilihat: 282

MANGGARAI BARAT – Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) asal NTT Angelo Wake Kako, memantau pembangunan sarana hunian wisata di Labuan Bajo, Kamis, 15 Oktober 2020. Pembangunan itu merupakan bantuan dari pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

“Saya memang datang dalam konteks pengawasan terhadap pelaksanaan sarana hunian pariwisata di tahun 2020 ini,” kata Angelo, kepada Media Wartanusantara, Kamis sore.

Dia mengatakan, pembangunan sarana hunian pariwisata ini bukan saja dilaksanakan di wilayah Labuan Bajo, melainkan juga di Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) di seluruh Indonesia.

loading...

“Kebetulan saya sbagai anggota DPD NTT, maka saya termasuk awasi di sini (Labuan Bajo,)” ujar dia.

Angelo menambahkan, di tahun 2020 ini, ada sebanyak 660 unit sarana hunian di wilayah Labuan Bajo yang disiapkan untuk pelaku usaha pariwisata. Hal itu kata dia, bertujuan untuk mengembangkan kapasitas dan pemberdayaan pelaku usaha pariwisata, agar dapat memiliki akses dan fasilitas yang memadai dan mempuni.

“Tentu juga agar mereka bisa bersaing dengan para pelaku usaha yang lain, dan bisa memiliki sarana pariwisata yang layak,” katanya.

Angelo juga ingin memastikan pelaksanaan program Kementerian PUPR ini bisa dituntaskan sampai bulan Desember 2020.

“Memang di tahun ini, pembangunan sarana hunian pariwisata di Labuan Bajo ini juga dijangkau sampai di Manggarai, dengan penyangga terdekatnya di Wae Rebo,” tuturnya.

Dia mengatakan, kawasan pariwisata Labuan Bajo sudah mencakupi Bima hingga Alor. Angelo berharap agar pembangunan tersebut dapat diselesaikan secara maksimal.

“Kalau sudah maksimal, setelah ini kita bergerak di daerah Komodo lain, di Bena sampai Alor, agar pelaku pariwisata di wilayah kawasan Labuan Bajo kedepannya, akan terus didorong untuk bisa mendapatkan fasilitas itu. Semua teman-teman pelaku pariwisata juga sedang siapkan,” jelasnya.

Pengawasan yang dilakukan itu juga, lanjut Angelo, sekaligus memastikan apakah pembangunan tersebut sudah tepat sasaran atau tidak, dan masyarakat merasa terbantu atau tidak, serta bagaimana proses manajemen pelaksanaannya. Angelo mengatakan, masyarakat sudah menerima bersih dalam program tersebut.

“Uang tidak masuk ke rekening. Yang masuk, yang datang itu barang, dan saya ingin pastikan dan minta teman-teman wartawan, supaya pendataan kita kedepan harus jauh lebih akurat, dan informasinya desiminasikan dengan baik ke bawah,” ujarnya.

Angelo mengakui, 660 unit sarana hunian ini masih tergolong jumlah yang sedikit. Sebab masih banyak pelaku usaha yang masih membutuhkan.

“Jumlah ini masih sangat sedikit. Masih banyak pelaku usaha, atau mungkin yang mulai usaha masih butuh (sarana hunian), apa lagi ditengah pandemi Covid-19 ini,” ucapnya. (yb)

  •