Di Hadapan Pendukung H2N, Setus Mitak Bicara Tentang Kegagalan Deno-Madur

Dilihat: 529

MANGGARAI – Mantan Sekretaris Daerah Kabupaten Manggarai, Manseltus Mitak, membicarakan tentang kegagalan pemerintahan Deno Kamelus-Viktor Madur (Deno-Madur) saat keduanya menjabat sebagai Bupati dan Wakil Bupati Manggarai pada periode 2015-2020.

Menurut Manseltus Mitak, berbagai program yang dijanjikan DM yang dituangkan dalam RPJMD 2016-2021, semuanya gagal karena tidak mencapai target yang ditetapkan.

“Janji DM itu adalah kontrak politik dengan rakyat Manggarai yang ditandatangani oleh anggota DPRD Manggarai dalam dokumen RPJMD. Semua yang dijanjikan itu gagal total karena tidak satupun yang mencapai target,” tegas Setus Mitak, dalam orasi politiknya di hadapan pendukung H2N dalam kampanye terbatas di Kampung Poco, Desa Poco, Kecamatan Wae Ri’i, Minggu, 18 Oktober 2020.

loading...

Pensiunan birokrat Manggarai itu mengaku, dirinya adalah pelaku dalam pembangunan di era pemerintahan Deno Madur. Karena itu, Dia mengetahui pasti bagaimana program paket petahana itu selama empat tahun terakhir.

“Semua program yang dijanjikan itu gagal karena tidak capai target,” ungkap Setus Mitak yang disambut tepuk tangan warga Poco yang hadir.

“Begitu banyak program yang tidak capai target dan kita menyatakan bahwa pemerintahan DM gagal sehingga kita mundur 10 tahun lagi,” tambah Setus.

Setus menyampaikan beberapa program yang gagal tersebut diantaranya, bantuan perumahan untuk rakyat ditargetkan 7.500 unit rumah yang bersumber dari APBD. “Namun  sampai tahun 2019 hanya mencapai 2.359 unit rumah atau 31, 45%. Ini kan gagal,” aku Setus.

Sementara bantuan listrik gratis untuk rumah tangga miskin,  ditargetkan 5.000 sambungan listrik namun tercapai hanya 600 sambunhan listrik.

Kegagalan lain, disampaikan Setus adalah janji pendidikan dan pelatihan (Diklat) tenaga trampil yang dijanjikan per tahunnya 500 orang tetapi sampai tahun 2019 hanya 916 orang.

Sementara di bidang pendidikan, lanjut Setus, berupa replikasi program khsusus, sama sekali tidak berjalan sehingga mempengaruhi mutu pendidikan di Manggarai.

Janji lain, ungkap Setus, terkait pembangunan pos pelayanan kesehatan dan PAUD terintegrasi di setiap kampung. Nasibnya pun sama, yaitu tidak terealisasi sama sekali.

Sementara di bidang infrastruktur jalan, khususnya perbaikan jalan raya sebagai urat nadi perekonomian rakyat dan kegiatan masyarakat lainnya, pemerintahan DM belum mampu mengatasinya.

“Sampai dengan tahun 2019, pemerintahan DM hanya mampu memperbaiki sepanjang 108,13 km dari jumlah rias jalan yang rusak sepanjang 798,575 km atau kalau diprosentasikan hanya 13,53%,” ungkap Setus.

Sementara yang paling naas, imbuh Setus, adalah nasib petani yang dijanjikan mendapat jaminan pupuk gratis, sama sekali tidak terpenuhi.

Dikatakan Setus, apa yang disampaikannya di atas adalah bagian dari   20 cara nyata DM untuk mengatasi persoalan rakyat Manggarai dan semuanya tidak capai target.

“Apakah kita mau mempertahankan atau melanjutkan berbagai kegagalan tersebut?” tanya Setus yang dijawab “tidak” oleh warga yang hadir.

Kampanye di Kampung Poco yang paket H2N lakukan merupakan kampanye putaran kedua di zona Utara. Manseltus Mitak tampil sebagai juru kampanye mendampingi calon bupati Manggarai Herybertus G.L. Nabit.

Sebelum hadir di kampung Poco, calon bupati nomor urut 2, Herybertus G.L. Nabit melakukan kampanye tematik di tempat pembuangan akhir (TPA) sampah di Ncolang, desa Poco.

(NewsReport/Red/Wn)

  •