Peduli Persoalan Sampah, Cabup Hery Nabit Gelar Kampanye Tematik di TPA Poco

Dilihat: 562

MANGGARAI – Paket Hery-Heri melaksanakan kampanye tematik di tempat pembuangan akhir (TPA) sampah yang berlokasi di Ncolang, Kelurahan Karot, Kecamatan Langke Rembong, pada Minggu, 18 Oktober 2020.

“Aksi nyata ini merupakan kampanye tematik terkait pengelolaan sampah di Kota Ruteng,” kata Calon Bupati Manggarai Hery Nabit di sela-sela kampanye, Minggu siang.

Nabit mengatakan, salah satu persoalan terbesar yang terjadi di Kota Ruteng yaitu terkait masalah sampah. Apa lagi mengingat kota Ruteng telah dinobatkan menjadi salah satu kota terkotor melalui penilaian program Adipura periode 2017-2018, yang diumumkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) pada Januari 2019 lalu.

loading...

“Kita tahu bahwa kota Ruteng adalah salah satu kota kecil yang memicu menjadi kota terkotor di Indonesia, jadi kita memilih untuk mengkampanyekan kebersihan kota dan pengelolaan sampah” ungkap Hery.

Calon Bupati Manggarai yang berpasangan dengan Heri Ngabut itu juga mengangkat terkait persoalan alat daur sampah di TPA Poco. Menurut Nabit, fungsi dari alat daur sampah di TPA Poco itu, selama ini sudah tidak lagi digunakan dan dimanfaatkan dengan baik. Akibatnya, alat-alat tersebut menjadi rusak.

“Alat daur sampah di Manggarai memang harus rusak karena memang tidak dimanfaatkan dengan baik. Artinya tidak mampu memilah jenis sampah yang didaur ulang, ataupun dengan berbagai jenis lainnya,” ungkap mantan Direktur BOPLBF itu.

Persoalan sampah di Kota Ruteng, lanjut Heri, selama ini sudah tidak dapat ditangani dengan baik, mulai dari hulu hingga hilir.

“Hulu artinya penanganan sampah itu dari rumah tangga, dan hilir itu manajemen pengelolaan sampah di TPA. Manajemen pengelolaan di TPA itu apa? Ya itu tentu mesin-mesin pemilah dan alat daur sampah yang seharusnya digunakan sesuai dengan asas fungsinya” jelas Nabit.

Ia menerangkan, bagian dari manajemen sampah di TPA juga merupakan metode sanitary landfill, yang berarti sistem pengelolaan atau pemusnahan sampah dengan cara membuang dan menumpuk sampah di lokasi cekung, memadatkannya, dan kemudian menimbunnya dengan tanah.

Hery menilai, manajemen sampah di TPA Poco selama ini hanya asal-asalan saja tanpa peduli dengan cara pengolahannya.

“Yang penting sampah menghilang dari kota, soal di TPA, tentu tidak lagi peduli bagaimana olahnya. Akibatnya justru membawa penyakit bagi warga sekitar TPA, lebih khusus masyarakat desa Poco,” tuturnya.

Kampanye itu diikuti oleh tim pemenang paket Hery-Heri, muda-mudi, serta berbagai stakeholder lainnya yang terlibat dalam pengolahan sampah. Selanjutnya, mereka kemudian melanjutkan kampanye terbatas di kampung Poco, Kecamatan Wae Ri’i. (BJ)

  •