NasDem Ungkap Alasan Mendasar Dukung DM di Pilkada Manggarai

Pembaca: 1.233 Orang
  •  

MANGGARAI – Anggota DPRD Kabupaten Manggarai fraksi Partai Nasional Demokrat (NasDem), Adrianus Nanggur, S.Sos mengungkapkan alasan mendasar partai besutan Surya Paloh itu mendukung pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Manggarai Dr. Deno Kamelus, S.H, M.H – Drs. Viktor Madur (Deno Madur) di Pilkada Manggarai 2020.

Nanggur mengatakan, Deno-Madur telah banyak berbuat dan telah meraih banyak prestasi saat memimpin Manggarai pada periode 2015-2020. Ia juga menyebut, NasDem mengambil sikap untuk mengusung paket DM, bukan semata-mata karena Viktor Madur adalah ketua Partai Nasdem.

“Lebih dari itu, Partai NasDem oleh dewan pimpinan pusat memberi dukungan kepada paket ini berdasarkan kinerja yang dilakukan oleh Paket DM selama 4 tahun terakhir,” ungkap Nanggur dalam orasi politiknya saat kampanye paket DM di Nangka, desa Terong, Kecamatan Satar Mese Barat, Minggu kemarin, 15 November 2020.

Anggota DPRD Dapil 2 asal Desa Cambir Leca itu menjelaskan, wujud nyata dari pada mengelola APBD yang dirumuskan dalam berbagai kebijakan, telah diketahui dan telah dirasakan oleh seluruh masyarakat Manggarai.

“Yang kita rasakan secara langsung selama ini misalnya ada jalan raya, air minum bersih, Irigasi, pengembangan jaringan listrik, bantuan pembangunan Rumah Layak Huni untuk rakyat miskin. Semua kita ketahui,” Ungkap Anggota Dewan yang akrab disapa Ardis itu.

loading...

Ketua Dewan Pimpinan Cabang Partai Nasdem Kecamatan Satar Mese Barat itu mengakui, dari sekian banyak kerja nyata Deno-Madur selama ini, masih ada yang belum tuntas atau belum selesai. Oleh karena itu, perlu ada kesinambungan periode kepemimpinan orang yang sama, agar kelanjutan proses pembangunan itu berjalan dengan baik.

“Kemudian selain yang terlihat oleh kasat mata, berkat prestasi mereka selama ini juga banyak hadiah atau penghargaan yang diberikan oleh negara kepada Kabupaten Manggarai,” kata Ardis.

Bahkan lanjut Ardis, ada yang secara nyata diberikan oleh pemerintah pusat melalui uang. Uang tersebut merupakan hadiah atas peraihan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang diberikan oleh BPK RI terhadap Kabupaten Manggarai.

Menurutnya, BPK tidak asal menilai, melainkan mereka telah mengkaji dan mencari tahu tentang proses pengelolaan keuangan, kebijakan anggaran, serta mengevaluasi hasil dari pada pembangunan itu sesuai dengan ketentuan undang-undang. Karena bagus, maka diberikanlah penilaian yang baik atau WTP.

“Tetapi uang tersebut bukanlah untuk pribadi pak Kamelus atau pak Viktor, tapi untuk masyarakat Manggarai. Misalnya untuk tambahan penghasilan guru honorer atau yang lainnya. Semuanya untuk rakyat,” lanjut Ardis.

Sementara untuk konteks pembangunan di Satar Mese, anggota komisi C bidang pembangunan Itu menjelaskan, proses penganggaran yang dilakukan oleh Deno-Madur selama ini sudah dinilai baik. Peredaran pembangunan itu, kata Ardis, telah bersifat adil sesuai dengan asas kebutuhan masyarakat pada setiap kecamatan.

Demikian lanjut Ardis, kebijakan yang diambil oleh paket Deno Madur selama ini, bukanlah sistem disparitas pembangunan atau perhatian lebih terhadap satu kecamatan dibanding dengan Kecamatan yang lainnya.

“Bukanlah karena dia berasal dari Cibal lalu perhatiannya ke Cibal saja. Atau karena dia dari Dalo maka perhatian hanya ke Kecamatan Ruteng saja. Tetapi segala aspek yang dilihat, termasuk Satar Mese ini. Sebab kurang lebih 60% sumber ekonomi kabupaten Manggarai itu berasal dari Satar Mese raya ini,” jelasnya.

Ardis mengungkapkan, terlalu banyak yang telah dibangun oleh DM di Satar Mese, misalnya Puskesmas Pong Geok, Puskesmas Iteng, dan juga Puskesmas Dintor. Selain itu, banyak juga pembangunan infrastruktur jalan raya seperti Lapen atau Hotmix.

Ardis mengatakan, untuk irigasi Satar Mese raya, kemungkinan akan mendapatkan anggaran lebih banyak daripada kecamatan lain. Sebab, banyak lahan persawahan di wilayah Satar Mese.

Karena itu, sambungnya, sebagai anggota legislatif perwakilan Satar Mese, dirinya mengajak seluruh masyarakat Satar Mese Raya untuk kembali mendukung dan memenangkan paket DM demi melanjutkan pembangunan 5 tahun mendatang.

“Mari kita satukan tekad, satukan pilihan. Pada tanggal 9 Desember mari kita menangkan paket DM di Satar Mese Raya. Jika ada orang yang datang mengumbar janji-janji, maka itu hanyalah sebuah khayalan. Apalagi jika janji yang disampaikan tidak masuk di akal,” kata Ardis disambut dengan tepuk tangan meriah oleh massa pendukung yang hadir.

Ia menguraikan, dari tiga partai pengusung yaitu PAN, NasDem dan Demokrat, telah memiliki tiga perwakilan dari Satar Mese yang menjadi anggota DPRD Kabupaten Manggarai. Karena itu, sebagai jembatan aspirasi dari rakyat, tiga anggota dewan itu tidak mungkin ingin membawa daerah pilihannya ke arah yang tidak benar. Sedangkan jalan yang benar untuk kemajuan Manggarai itu berada pada paket Deno-Madur.

“Ingat, Ende Ema, Ase Ka’en, (Ibu Bapak, Adik Kakak) ini bukan pilih suku atau golongan karena asal kampung. Bukan pilih Tu’a Golo, ini pilih Bupati untuk seluruh Kabupaten Manggarai. Jadi kita melihat orang yang mampu dan bisa mengemban tugas besar. Dan itu ada pada DM,” tutup Ardis.

Sementara itu, pada kesempatan yang sama dalam orasi politiknya calon Bupati Manggarai Dr. Deno Kamelus. S.H, M.H menyampaikan, raihan penghargaan dan banyaknya pembangunan yang telah dibuat, tentu tidak dicapai begitu saja. Melainkan butuh kerjasama dari berbagai pihak, baik DPRD maupun Pemerintah. Khusus untuk raihan Opini wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI, kata Deno, semua proses administrasi keuangannya akan selalu dicek.

“Dari A sampai Z di periksa, misalnya begini, apa yang kamu beli, mana buktinya dan mana bukti fisik atau realisasinya. Semua dicek satu persatu secara detail,” kata pasangan calon wakil bupati Drs. Viktor Madur itu.

Manggarai kata Kamelus, di bawah kepemimpinan Deno-Madur tidak ada uang yang ditemukan kemudian digunakan tanpa alasan jelas. Bahkan Manggarai juga mendapatkan penghargaan dari KPK RI terkait pencegahan korupsi yang baik.

“Sehingga tidak salah, jika tidak ada Kepala Dinas yang masuk penjara. Tidak ada juga kepala desa yang masuk penjara, karena kita kontrol dan berupaya untuk mencegahnya,” kata Deno.

Sementara untuk Satar Mese raya kata dia, dari tahun ke tahun pemerintah memang menganggarkan dana yang cukup besar. Sebab selain cakupan wilayah yang cukup luas, Satar Mese juga memiliki jumlah penduduk yang sangat banyak.

“Bapak Ibu, sudah tidak zamannya lagi kita membicarakan ego sektoral atau ego wilayah. Asal Kampung dan asal suku atau asal keturunan dan lain-lain. Kita memasuki era modern, kita hanya satu sebagai daerah Manggarai. Dan perhatian pemerintah tidak boleh beda antara Kecamatan yang satu dengan yang lainnya. Itulah yang dilakukan Deno-Madur,” tegas dia.

Deno kemudian menjelaskan, terlalu banyak upaya dan cara-cara untuk menipu rakyat dan memanipulasi tentang kemajuan yang ada di Manggarai saat ini. Karena itu, masyarakat Manggarai harus cerdas dalam menilai.

“Saya meminta masyarakat Manggarai, terutama yang ada di Satar Mese ini, jangan mudah percaya dengan janji yang tidak bisa dipertanggungjawabkan,” pintahnya.

Kegiatan kampanye ini terus dilanjutkan dengan dialog dengan masa pendukung yang hadir. Masyarakat yang hadir pun tampak sangat antusias mengikuti kampanye terbatas itu.

Selain Kampung Nangka, ada juga dua tempat lain yang menjadi titik kampanye Paket DM. Yakni Keka, desa Ceka Luju, dan Pongpahar, Desa Hilihintir kecamatan Satar Mese Barat.

Pantaun Media Wartanusantara, pada setiap titik kunjungan yang dilakukan oleh rombongan Deno-Madur selalu diterima dengan tata cara budaya Manggarai, yaitu dengan dilakukan penjemputan dengan Tuak Curu, Kapu dan reis.

Dalam kunjungan itu, rombongan juga dikawal oleh pihak kepolisian demi mencegah adanya gangguan dari kelompok tertentu yang tidak bertanggung jawab. Meski demikian, seluruh kegiatan tersebut telah berjalan dengan baik dan lancar. (RED)


  •  
  • 151
    Shares
loading...