Selama Dipimpin DM, Tak Ada Satu Pun Pejabat di Manggarai yang Masuk Bui Karena Korupsi

Pembaca: 801 Orang
Kantor Bupati Manggarai (Foto: Pos Kupang)
  •  

MANGGARAI – Selama Kabupaten Manggarai dipimpin Dr. Deno Kamelus, S.H, M.H dan Drs. Victor Madur, tak ada satu pun pejabat yang tertangkap dan masuk bui karena korupsi.

Calon Bupati petahana Deno Kamelus mengatakan, selama dirinya bersama Victor Madur memimpin Manggarai pada periode pertama, tidak ada uang yang ditemukan kemudian digunakan tanpa alasan yang jelas. Bahkan kata Kamelus, Manggarai juga telah mendapatkan penghargaan dari KPK RI terkait pencegahan korupsi yang baik.

“Sehingga tidak salah, jika tidak ada Kepala Dinas yang masuk penjara. Tidak ada juga kepala desa yang masuk penjara, karena kita kontrol dan berupaya untuk mencegahnya,” kata Deno dalam orasi politiknya saat menggelar kampanye terbatas di Nangka, desa Terong, Kecamatan Satar Mese Barat, Minggu kemarin, 15 November 2020.

Kamelus menerangkan, untuk penghargaan maupun banyaknya pembangunan yang telah dibuat, tentu tidak dicapai begitu saja. Melainkan butuh kerja sama dari berbagai pihak, baik DPRD maupun Pemerintah. Khusus untuk raihan Opini wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI, kata Deno, semua proses administrasi keuangannya tentu saja selalu dicek.

“Dari A sampai Z di periksa, misalnya begini, apa yang kamu beli, mana buktinya dan mana bukti fisik atau realisasinya. Semua dicek satu persatu secara detail,” kata pasangan calon wakil bupati Drs. Viktor Madur itu.

loading...

Sementara untuk Satar Mese raya secara khusus, lanjut dia, dari tahun ke tahun pemerintah memang menganggarkan dana yang cukup besar. Sebab selain cakupan wilayah yang cukup luas, Satar Mese juga memiliki jumlah penduduk yang sangat banyak.

“Bapak Ibu, sudah tidak zamannya lagi kita membicarakan ego sektoral atau ego wilayah. Asal Kampung dan asal suku atau asal keturunan dan lain-lain. Kita memasuki era modern, kita hanya satu sebagai daerah Manggarai. Dan perhatian pemerintah tidak boleh beda antara Kecamatan yang satu dengan yang lainnya. Itulah yang dilakukan Deno-Madur,” tegas dia.

Deno kemudian mengakui, terlalu banyak upaya dan cara-cara untuk menipu rakyat dan memanipulasi tentang kemajuan yang ada di Manggarai saat ini. Karena itu, masyarakat Manggarai harus cerdas dalam menilai.

“Saya meminta masyarakat Manggarai, terutama yang ada di Satar Mese ini, jangan mudah percaya dengan janji yang tidak bisa dipertanggungjawabkan,” pintahnya.

Untuk diketahui, kegiatan kampanye ini terus dilanjutkan dengan dialog dengan masa pendukung yang hadir. Masyarakat yang hadir pun tampak sangat antusias mengikuti kampanye terbatas itu.

Selain Kampung Nangka, ada juga dua tempat lain yang menjadi titik kampanye Paket DM, di antaranya Keka, desa Ceka Luju, dan Pongpahar, Desa Hilihintir, Kecamatan Satar Mese Barat.

Pantaun Media Wartanusantara, pada setiap titik kunjungan yang dilakukan oleh rombongan Deno-Madur selalu diterima dengan tata cara budaya Manggarai, yaitu dengan dilakukan penjemputan dengan pemberian Tuak Curu, Kapu dan Reis.

Dalam kunjungan itu, rombongan juga dikawal oleh pihak kepolisian demi mencegah adanya gangguan dari kelompok tertentu yang tidak bertanggung jawab. Meski demikian, seluruh kegiatan tersebut telah berjalan dengan baik dan lancar. (RED)


  •  
  • 272
    Shares
loading...