Kejati NTT Bersama Kejari Manggarai Barat Sita Tanah Sengketa di Labuan Bajo

Pembaca: 1.012 Orang
  •  

media-wartanusantara.id – Lahan sengketa seluas 30 Hektar yang diklaim dimiliki oleh Haji Adam Djuje yang terletak di Keranga Torroh Lemma Batu Kallo, akhirnya disita oleh Penyidik Gabungan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Manggarai Barat, pada Rabu (18/11).

Penyitaan atas obyek sengketa ini dilakukan setelah diketahui bahwa tanah ini adalah tanah milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manggarai Barat (Mabar) hasil pemberian Fungsionaris Adat Nggorang (Alm) Dalu Ishaka kepada Bupati Manggarai, Gaspar P. Ehok tahun 1989 untuk pembangunan Sekolah perikanan.

“Kami dari Tim Penyidik telah melakukan Penyitaan hari ini di Keranga Torro Lema Batu Kallo terkait perkara dugaan tindak Pidana Korupsi. Hari ini kami pasang plang sita, bagi pihak pihak terkait yang mencoba mencabut plang ini atau mengganggu proses penyidikan ini merupakan tindakan Pidana dan akan kami kenakan menghalangi penyidikan,” ujar Roy Riady, S.H, M.H, Ketua Tim Penyidik Gabungan.

Terkait sejumlah bangunan yang telah dibangun di lokasi tersebut yakni sebuah Rumah, Mushola dan Villa, Roy menjelaskan bangunan bangunan tersebut haruslah dibongkar jika tanah ini telah dikembalikan ke Negara.

“Kami hari ini hanya terkait menyita tanah terkait dengan bangunan yang ada, ketika tanah ini telah dirampas kami berharap bangunan-bangunan ini pemiliknya harus mengosingkan bangunan yang ada diatas tanah. Ada satu bangunan, Vila Dan mushola,” terang tim penyidik.

loading...

Selain menyita lahan tersebut, Tim Penyidik bersama Sejumlah pegawai Badan Pertanahan Kab. Manggarai Barat juga melakukan rekonstruksi dan pengukuran Ulang batas batas tanah tersebut.

Rekonstruksi dan pengukuran ulang ini juga melibatkan 2 orang mantan petugas ukur BPN Manggarai yang pada tahun 97 ikut melakukan pengukuran. Selain itu hadir pula Lurah Labuan Bajo, Sarifudin Malik, Kepala Tata Pemerintahan Kab. Manggarai Barat, Ambrosius Sukur dan ahli waris Fungsionaris Adat Nggorang, Ramang Ishaka.

Dalam rekonstruksi dan rekan ulang ini juga mengacu pada dokumen hasil pengukuran tahun 1997 dan beberapa dokumen penting lainnya yang dikantongi Tim Penyidik setelah melakukan penggeledahan di rumah Haji Adam Djuje beberapa waktu lalu. (Yb)


  •  
  • 32
    Shares
loading...