Duh, Proyek BSPS di Manggarai Barat Pakai Batako Rusak

Pembaca: 946 Orang
  •  

media-wartanusantara.id – Proyek penataan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Labuan Bajo, Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) sudah berjalan. Salah satunya adalah bantuan peningkatan kualitas rumah melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).

Bantuan ini sudah menyebar di Kabupaten Manggarai Barat. Bahkan, proses pengerjaan pun sedang berjalan. Meski proses pengerjaan sedang berjalan, terdapat beberapa masyarakat penerima bantuan BSPS mengajukan keberatan dan protes terhadap material berupa batako merah yang dikirim pihak supplier tidak berkualitas. Bahkan, banyak yang pecah dan mudah pecah.

Junaedi, salah satu warga penerima bantuan rumah asal kampung Lancang, Kelurahan Wae Kelambu, Kecamatan Komodo saat ditemui awak media menuturkan, bahwa batako yang diterimanya sangat tidak layak untuk digunakan. Sebab, sebagian besar batako merah yang disuplai untuk pembangunan rumahnya dalam kondisi rusak.

“Saya sudah cek, ternyata ada yang rusak. Lebih banyak yang rusak ketimbang yang bagus, katanya, Rabu, 25/11/2020.

Ia menambahkan, selain rusak terdapat pula batako kering tanpa dibakar dengan matang. Dirinya pun telah memisahkan antara batako yang tidak dibakar dan batako yang pecah atau patah.

loading...

“Saya sudah tunjukan kepada mereka ( petugas) batako yang patah dan batako yang tidak dibakar sama sekali, mereka pun mengakuinya,” kata Junaedi.

Dirinya saat itu berkeberatan dengan kondisi batako yang tidak layak tersebut, sehingg ia mengajukan protes kepada pihak yang bertanggung jawab untuk diganti ke batako putih.

“Kemarin mereka ganti dengan batako ringan, batako putih. Saya tidak tahu apakah warga lainnya juga sudah diganti atau belum,” kata Junaedi.

Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (PRKPP) Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) Alvin Latubatara, membenarkan bahwa bantuan pembangunan rumah warga di Lancang-Sernaru itu merupakan salah satu proyek KSPN di Labuan Bajo.

“Kami hanya tim teknis terdiri dari tiga orang, yaitu Pak Kadis, Kabid Perumahan dan Kepala Seksi. Tim teknis hanya monitor pelaksanaan di lapangan. Sedangkan, yang menangani langsung dari Pemerintah Pusat dan ada Satkernya di sini,” kata Alvin.

Alvin menjelaskan, ada beberapa sumber bantuan rumah, yaitu Pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten.

Sementara itu, Satker penanganan KSPN di Labuan Bajo tidak berhasil dikonfirmasi. Beberapa kali rekan media melalui petugas meminta untuk bertemu, namun sedang sibuk.

“Masih sibuk pak. Beliau masih ada tamu dari Dinas Perhubungan,” kata salah satu petugas Kantor Satker di Wae Mata Labuan Bajo.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, proyek bantuan pembangunan kualitas rumah dari KSPN di kelurahan Wae Kelambu sebanyak 65 unit. Nilai ongkos pembangunan tersebut senilai 25 juta satu rumah. (YB)


  •  
  • 68
    Shares
loading...