oleh

MUI: Vaksin COVID-19 Sinovac Buatan China Hukumnya Suci dan Halal

media-wartanusantara.id – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Fatwa, Asrorun Niam Sholeh mengumumkan vaksin COVID-19 asal perusahaan Tiongkok, Sinovac, halal digunakan untuk masyarakat Indonesia. Hal tersebut berdasarkan hasil kesepakatan dalam Sidang Pleno Komisi Fatwa MUI yang digelar pada Jumat (8/1/2021).

“Penjelasan dari auditor menyepakati bahwa vaksin COVID-19 Sinovac buatan China hukumnya suci dan halal,” kata Asrorun dalam jumpa pers daring yang disiarkan melalui channel YouTube MUI TV, Jumat (8/1/2021).

Kendati demikian, Asrorun mengingatkan penggunaan vaksin bernama CoronaVac tersebut harus menunggu persetujuan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) terkait aspek keamanannya.

“Dengan demikian fatwa MUI terkait dengan vaksin COVID-19 Sinovac dari China ini akan menunggu hasil final dari BPOM terkait aspek keamanannya,” ujar Asrorun.

Untuk diketahui, Presiden Joko Widodo memastikan Indonesia telah memesan 329,5 juta dosis vaksin Covid-19 dari sejumlah perusahaan internasional.
Rencananya Indonesia akan mendatangkan total 426 juta dosis vaksin. Jumlah itu akan digunakan untuk vaksinasi massal terhadap 182 juta orang.

“Jumlah total yang telah firm order 329.500.000 vaksin. Hanya pengaturannya nanti akan dilakukan oleh menteri kesehatan,” kata Jokowi dalam Rapat Terbatas Penanganan Pandemi Covid-19 dan Rencana Pelaksanaan Vaksinasi di Istana Negara, Jakarta, Rabu (6/1).

Jokowi menyampaikan saat ini baru 3 juta dosis vaksin Sinovac yang telah mendarat di Tanah Air. Dalam waktu dekat, ia menyebut akan ada kedatangan 122,5 juta vaksin dari perusahaan asal China itu.

Indonesia juga akan mendatangkan 50 juta dosis vaksin Novavax dari Kanada, 50 juta dosis vaksin Covax dari Gavi, 50 juta dosis vaksin AstraZaneca dari Inggris, dan 50 juta dosis vaksin Pfizer dari Amerika Serikat.

BACA JUGA:   Pria Ini Tiba-tiba Meninggal Dunia di Tempat Cukur Rambut

“Saya minta kesiapan-kesiapan kita dalam rangka menuju vaksinasi agar dicek dan dikontrol para gubernur,” ujar Jokowi.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan vaksinasi akan dimulai di Jakarta, Rabu (13/1). Presiden Jokowi akan jadi orang pertama yang disuntik vaksin.

Pada hari berikutnya, vaksinasi massal akan digelar di daerah. Pada gelombang pertama vaksinasi, pemerintah akan menyuntik tiga golongan, yaitu tenaga kesehatan, kepala daerah, dan tokoh masyarakat sebagai bagian dari kampanye vaksin aman. (Red)