oleh

Diduga Terlibat Korupsi, Ini Alasan Kejati NTT Belum Menahan Bupati Dulla

media-wartanusantara.id – Sebanyak 16 orang ditetapkan jadi tersangka oleh Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur (NTT), dalam kasus dugaan korupsi tanah seluas 30 hektare senilai Rp 3 triliun di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT.

Dari ke-16 tersangka ini salah satunya ialah Bupati Manggarai Barat berinisial ACD,

Berikutnya berinisial AN, AS, AR, EP, HS, MN, MDR, A alias U, VS, TDKD, DK, ST, MA, CS dan MN.

Dari 16 orang tersebut, 13 di antaranya sudah ditahan jaksa penyidik. Sedangkan tiga lainnya belum ditahan.

Sebanyak 10 tersangka yang ditahan diterbangkan dari Labuan Bajo ke Kota Kupang untuk ditahan di Kejaksaan Tinggi NTT. Sedangkan dua tersangka lain berdomisili di Kupang dan satu lainnya di Jakarta.

Sementara tersangka yang belum ditahan adalah ACD, VS, dan A alias U.

ACD belum ditahan karena Kejaksaan Tinggi NTT harus meminta izin dari Kementerian Dalam Negeri.

“Sedangkan tersangka inisial VS, belum dilakukan penahanan karena saat dites kesehatan oleh dokter yang ditunjuk Kejaksaan ternyata positif Covid-19,” kata Kepala Kejaksaan Tinggi NTT Yulianto kepada sejumlah wartawan di Kupang, Kamis (15/1/2021) malam.

VS sedang menjalani perawatan medis di Labuan Bajo. Sementara A alias U belum diketahui keberadaannya.

“Namun kita sudah lacak posisinya berada di suatu tempat dan tim penyidik saya sudah berusaha untuk melakukan penangkapan,” kata Yulianto.

Kasus itu kata Yulianto, akan ditangani hingga tuntas. Yulianto pun berharap dukungan dari masyarakat NTT untuk menuntaskan kasus pidana di wilayah itu.

Sebelumnya, Kejati NTT tengah menangani kasus penjualan tanah milik Pemkab Manggarai Barat di Labuan Bajo seluas 30 hektar yang diduga merugikan negara sekitar Rp 3 triliun. (Red)