oleh

Ditangkap di Bali, Tersangka Korupsi Aset Pemkab Mabar Sempat Berbohong dengan Intelijen

media-wartanusantara.id – Berakhir sudah petualang Afrizal alias Unyil (A alias U), tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi pengalihan aset milik Pemkab Manggarai Barat.

Sempat buron, pria dengan sejumlah tato di tangan tersebut akhirnya ditangkap di Bali oleh Tim Intelijen Kejati Bali, pada Jumat (15/01/2021)

“Dia ditangkap di daerah Bali. Yang nangkap Itu Tim intel Kejati Bali,” ujar Abdul Hakim, Kepala Seksi Penerangan dan Hukum (Kasipenkum) Kejati NTT, Jumat (15/1)

Abdul menjelaskan, sebelum ditangkap Afrizal sempat tidak mengakui identitas dirinya kepada Tim intel Kejati Bali.

“Kemarin (Kamis) itu sudah didapat cuman ndak berani (diamankan) karena dia (Afrizal) nggak ngaku. Dia sempat ngelak. Bukan dia katanya. Tim di sana sempat ragu, terus dikirim foto dari sini, baru lah tadi pagi diamankan. Sekitar jam 10 atau 11,” jelasnya

Selanjutnya Afrizal alias Unyil akan diterbangkan ke Kupang dan akan didampingi oleh tim Kejati Bali.

“Rencana diterbangkan esok (Sabtu) siang jam 11. Akan diantar oleh tim dari Kejati Bali. Kita tunggu di bandara (Kupang).” Ujarnya

Sebelumnya Kejati NTT bersurat kepada Kejati Bali terkait penangkapan tersangka Afrizal. Hal ini dilakukan setelah tersangka Afrizal terdeteksi berada di salah satu daerah di pulau Dewata tersebut.

Afrizal merupakan salah satu tersangka dari total 16 tersangka Kasus Dugaan Tindak Pidana Korupsi pengalihan aset milik Pemkab Mabar yang terletak di Keranga Toroh Lema Batu Kallo seluas 30 Hektar.

Dari total 16 tersangka, terdapat tiga pejabat di lingkup pemerintahan Kabupaten Manggarai Barat yaitu Bupati Manggarai Barat, Agustinus Ch Dula, Kabag Kesra, Abdulah Nur dan Kepala Tata Pemerintahan, Ambrosius Sukur.

Selain itu terdapat pula dua nama yang pernah menjabat di kantor BPN Manggarai Barat, yakni mantan Kepala Kantor BPN Mabar Marthen Ndeo dan Caetano Soares, Mantan staff BPN Manggarai Barat.

BACA JUGA:   Fidelis Pranda Meninggal, Begini Suasana Rumah Duka RSAD Udayana Bali

Tersangka lainnya adalah Muhamad Achyar, Andi Rizki Nur Cahya, Veronika Sukur, Haji Sukri, Ente Puasa, Dai Kayus, Mahmud Nip, Supardi Tahiya, Theresia Koroh dan Masimiliano Deveriz.

Saat ini, 13 tersangka telah ditahan di Kota Kupang. Dua tersangka lainnya yakni Bupati Mabar, Agustinus Ch Dula belum bisa ditahan karena masih menunggu ijin dari Mendagri, sementara Veronika Sukur sedang menjalani perawatan karena terkonfirmasi Positif Covid 19. (YB)