2024, Perindo NTT Siapkan Strategi untuk Menang di 22 Kabupaten

  •  
  •  
  •  
  •  

media-wartanusantara.id – Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Persatuan Indonesia (Perindo) Nusa Tenggara Timur, Jonathan Nubatonis mengatakan, partainya akan mempersiapkan strategi secara matang untuk memenangkan pemilihan umum serentak pada tahun 2024 mendatang. Dia mengatakan, perolehan satu kursi di tahun 2019 lalu, bukan merupakan suatu harga mati bagi partainya.

“Satu kursi di 2019 itu bukan merupakan suatu harga mati. Karena bisa saja berubah. Maka dari itu, strategi partai Perindo di 2024 adalah menang di 22 Kabupaten di NTT, termasuk Manggarai Barat,” kata Jonathan kepada Media Warta usai mengikuti acara Workshop di Restaurant Dobel L, Labuan Bajo, Senin 15 November 2021.

Dijelaskannya, kesalahan-kesalahan di tahun 2019, akan diperbaiki semaksimal mungkin dan secermat mungkin untuk bisa menggapai kemenangan. Karena untuk menjalankan visi misi partai perindo yaitu Indonesia sejahtra, maka masyarakat juga harus hidup sejahtera.

“Sistem di lembaga dewan itu dibutuhkan banyak kursi, kalau perlu kita butuh 30 kursi yang ada seperti yang normal adalah 16 kursi baru bisa jalan. Pemilu pada 2024, partai perindo harus memenangkan pertarungan demi menjawab visi misi partai untuk mensejahtarakan masyarakat,” ungkapnya.

Terkait dengan kegiatan Workshop yang diadakan Pengurus DPD Perindo Manggarai Barat, Jonathan menjelaskan jika kegiatan Pendidikan politik untuk kader partai Perindo, perlu dilaksanakan di setiap Kabupaten atau kota yang ada di Nusa Tenggara Timur. Beberapa Kabupaten atau kota, kata dia, sudah dilaksanakan tujuannya dalam menyatukan presepsi dan langkah pada pemilu 2024 mendatang.

“Workshop ini perlu dilaksanakan di 22 Kabupaten kota, daratan timor sudah selesai, daratan sumba sudah selesai, daratan alor sudah selesai. Tujuannya untuk menyatukan presepsi dan langkah menghadapi pemilu 2024. Sehingga kita punya pikiran yang sama, gerakan yang sama misalnya mau pendekatan secara kekeluargaan di seluruh NTT, semua kabupaten harus melakukan pendekatan,” bebernya.

Lain kesempatan, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Perindo Manggarai Barat Stanislaus Stan menjelaskan bahwa kegiatan workshop pendidikan Politik tersebut untuk memperkuat kader sehingga benar-benar menjadi fighter dalam menyambut pemilu 2024.

“Yang pertama sebenarnya kegiatan ini, kegiatan reguler, kegiatan rutin karena perindo sangat menyadari bahwa kita akan melewati suatu tahapan verifikasi faktual. Kedua, bahwa target Perindo di 2024 adalah menjadi partai kemenanagan. Karena itu kita memperkuat kader – kader kita, untuk benar-benar menjadi fighter,” jelas Stanis.

Perindo Mabar, lanjut Stanis, beroptimis akan menjadi partai pemenang di 2024. Karena itu, para kader harus betul-betul dipersiapkan dari sekarang.

“Ke depan rencananya pada bulan Februari lokusnya kita rubah ke dapil tiga, baru nanti ke dapil dua. Kan persiapan kita sudah 70 %. Jadi seluruh kader benar-benar dipersiapkan, sekaligus kita melihat orang-orang yang sudah memenuhi syarat. Itu bagi kami bukanlah suatu hal yang sangat sulit,” tukasnya.

Terkait persiapan kader untuk pemilu 2024, Satanis menjelaskan pihaknya sudah siap dengan tekad yang sama dalam menjemput peluang kemenangan. “Sangat siap, di Perindo kita merasa semua caleg itu punya peluang yang sama, peluang untuk menang mendapat kursi. Jadi sangat – sangat siap, bahkan ambisinya kita tidak untuk sekedar menjadi sebuah fiktif belaka ya, tapi menurut kami ada alasan rasional yang membuat kami sangat optimis untuk raih kemenangan di 2024,” imbuhnya.

Untuk diketahui, turut hadir dalam kegiatan tersebut seluruh anggota DPD Mabar dan juga organisasi sayap partai dan seluruh pengurus DPC dari 12 Kecamatan di Kabupaten Mangarai Barat. Sementara Ketua DPW Perindo NTT, Jonathan Nubatonis turut hadir ditemani sang istri beserta para pengurus DPW lainnya. Sebelum ke Hotel Dobel L, rombongan terlebih dahulu diterima secara adat Manggarai di Sekretariat DPD Perindo Mabar oleh jajaran pengurus daerah, pada Senin pagi, 15 November.

Laporan: Yoflan Bagang
Editor: Febriano Kabur