Di NTT, Akibat Miras Ponakan Aniaya Paman, Begitu Dilawan Langsung Sekarat

Korban mendapat dua tusukan pisau di tubuh bagian dada. Korban dilarikan ke Klinik Susteran Nurobo untuk mendapat pertolongan medis. Saat ini, kondisi korban sudah membaik.

MALAKA – Wenseslaus Bau Tae Bria (65) nekat menghabisi ponakannya sendiri Vinsensius Nana (25) hingga sekarat.

Kejadian ini terjadi di Dusun Niamuti, Desa Tniumanu Kecamatan Laenmanen Kabupaten Malaka, NTT pada Senin (3/2/2020) pukul 19.30 Wita.

Dari informasi yang dihimpun, kejadian ini bermula saat korban menganiaya pelaku.

Dilansir poskupang.com, Pelaku terpaksa menikam korban sebagai upaya menyelamatkan diri ketika dianiaya korban.

Korban mendapat dua tusukan pisau di tubuh bagian dada. Korban dilarikan ke Klinik Susteran Nurobo untuk mendapat pertolongan medis. Saat ini, kondisi korban sudah membaik.

Sedangkan pelaku yang adalah paman korban sudah diamankan polisi satu hari pasca kejadian. Kasus ini sedang ditangani Polsek Laenmanen, Polres Malaka.

Kapolres Malaka, AKBP Albertus Neno melalui Kapolsek Laenmanen, Iptu Benediktus Bau yang dihubungi via telepon selulernya, Minggu (9/2/2020) menuturkan, kasus ini berawal, ketika pelaku (paman korban-Red) hendak menenangkan ponakannya, Vinsensius Nana yang saat itu dalam kondisi mabuk miras.

Tak hanya mabuk, korban membuat reseh di lingkungannya. Korban melempari rumah-rumah warga sekitar. Beberapa warga berusaha menenangkan dan menegurnya, tetapi, semakin ditegur, korban malah semakin memberontak.

Sebagai paman, pelaku mendekati korban dan berusaha menenangkannya. Tetapi, korban tidak peduli, malah korban sempat memukul pelaku di bagian wajah hingga pelaku jatuh. Tak sampai disitu, korban menendes tubuh pelaku dan mencekik lehernya sehingga pelaku sulit bernapas.

Dalam keadaan terdesak, pelaku menggambil pisau yang ada dalam sarung tempat sirih pinang lalu menikam korban dua kali di bagian dada sehingga korban tak berdaya.

“Korban ini mabuk miras. Dia tidak bisa ditegur, tahu saja anak muda. Saat pamanya tegur, dia malah pukul pamannya. Dia banting, tendes dan cekik lehernya sampai pamannya susah bernapas. Karena terdesak, pelaku berusaha menyelamatkan diri. Mungkin dia teringat ada pisau yang biasa pakai potong pinang lalu dia ambil pisau itu dan tusuk dari bawa ke dada korban sebanyak dua kali”, terang Kapolsek.

Sesaat setelah kejadian, Kapolsek Benediktus mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan mengamankan barang bukti berupa sebilah pisau. Korban dievakuasi ke Klinik Susteran Nurobo untuk mendapat pertolongan medis.

Sedangkan, pelaku sempat melarikan diri. Atas kerja keras Kapolsek Benediktus bersama anggota dan kerjasama dengan warga Laenmanen, pelaku berhasil diringkus pada keesokan harinya, Selasa (04/02/2020) pagi sekira pukul 06.00 wita.

Saat ditangkap, pelaku tidak melakukan perlawanan apa pun. Dia bersembunyi di Kantor Desa Uabau. (PK/RED)