Pergantian Mendadak Herman Hery Terkait Kasus Bansos?

  •  
  •  
  •  
  •  

media-wartanusantara.id – Posisi Herman Hery sebagai Ketua Komisi III akan digantikan oleh Sekretaris Fraksi PDIP DPR RI, Bambang Wuryanto atau yang akrab disapa Bambang Pacul. Pergantian ini terbilang mendadak lantaran sebelumnya tak ada indikasi akan ada pergantian posisi di kursi pucuk pimpinan Komisi Hukum DPR. Apalagi saat ini Komisi III DPR sedang membahas sejumlah Rancangan Undang-Undang (RUU) penting, di antaranya adalah RUU Kejaksaan dan revisi UU KUHP.

Apakah pergantian Herman Hery terkait kasus bansos?

Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPR Utut Adianto menegaskan jika tidak ada alasan khusus memindahkan Herman Hery ke Komisi VII DPR. Utut mengatakan kepindahan ini adalah murni rotasi untuk penyegaran. “Ini tour of duty biasa,” kata Utut dalam keterangannya Rabu kemarin,17 November 2021.

Nama Herman Hery, memang menjadi sorotan karena muncul dalam perkara dugaan korupsi bantuan sosial atau bansos. Kasus ini menyeret mantan Menteri Sosial Juliari Batubara.

Dilansir Tempo, politisi dapil NTT ini diduga meminjam bendera sejumlah perusahaan untuk memperoleh kuota pengadaan bantuan kebutuhan pokok.

Sejumlah perusahaan-perusahaan yang terafiliasi dengan Herman Hery, mendapat kuota pengadaan bansos sebanyak 7,6 juta paket senilai Rp 2,1 triliun. Setelah sejumlah perusahaan itu menerima anggaran, mereka kemudian mentransfer sebagian besar uangnya ke rekening PT Dwimukti Graha Elektrindo, perusahaan milik Herman.

Herman Hery membenarkan bahwa PT Dwimukti Graha Elektrindo menjalin kontrak dengan PT Anomali Lumbung Artha, salah satu penyedia bansos Covid-19. Namun, ia mengklaim kontrak itu semata-mata urusan bisnis. “Kalau dirasa memang ada yang dilanggar, kan sudah diperiksa KPK, Dwimukti sudah digeledah juga,” kata Herman pada Januari 2021 lalu.

Herman Hery juga membantah mendapatkan 7 juta paket bansos Covid-19 di Kemensos.
Selama menjadi anggota DPR sejak 2004, Herman mengaku tidak pernah duduk sebagai pemilik perusahaan. “Itu hanya isapan jempol, harus ditanya dari mana datanya,” kata dia seperti dikutip dari Majalah Tempo edisi Maret 2021.

Benarkah pergantian Herman dari jabatan Ketua Komisi III hanya sebagai tour of duty?

(Red/Tempo)