oleh

Wacana Merumahkan TKD, Marsel Ahang Sesali Sikap Bupati Mabar

media-wartanusantara.id – Ketua LSM Lembaga Pengkaji, Peneliti Demokrasi Masyarakat (LPPDM) Marsel Nagus Ahang, S. H, menyesali sikap Bupati Manggarai Barat, Edi Endi yang telah memberikan sinyal terkait wacana merumahkan ribuan Tenaga Kontrak Daerah (TKD).

“Saya sangat menyesal atas sikap Bupati Edi Endi yang telah memberi sinyal agar Teko diberhentikan dan dirumahkan dengan mempertimbangkan karena masalah covid – 19, yang cukup mempengaruhi dampak dari kurangnya anggaran daerah untuk memberi mereka gaji,” kata Ahang kepada Media Warta, Senin, 19 Juli 2021.

Selain itu, Ia juga meminta Bupati Mabar Edi Endi, agar sejatinya berjiwa besar, serta tidak terpengaruh dengan desakan kepentingan politik.

Marsel menyatakan, jika nanti wacana tersebut diputuskan dengan alasan mengefisiensi anggaran di tengah krisis pandemi Covid-19, tentu sangat berpengaruh dan berdampak terhadap kebutuhan hidup (upah) para tenaga kontrak.

“Kasihan nasib TKD yang selama ini berjuang dan mengabdi membantu Negara dalam pelayananan mensejahterakan masyarakat,” ungkapnya.

Lebih jauh, Marsel yang juga berprofesi sebagai pengacara itu menjelaskan, merujuk pernyataaan Deputi bidang SDM aparatur Kemenpan pada senin 27 januari 2020 lalu, telah ditegaskan bahwa para honorer, akan diberi waktu selama lima tahun, yakni sejak tahun 2018 hingga tahun 2023 untuk lolos CPNS.

Lawyer yang berkantor di Labuan Bajo itu meminta kepada Bupati Edi Endi agar tidak gegabah dalam mengambil sebuah keputusan, sembari menanti perubahan atas UU Nomor 5 Tahun 2014, tentang Aparatur sipil Negara (ASN) atau rancangan UU ASN.

“Bupati Endi jangan gegabah untuk mengambil sebuah keputusan untuk merumahkan Tenaga honorer, pegawai tidak tetap, dan tenaga kontrak daerah. Harus menunggu kepastian perubahan atas uu Nomor 5 Tahun 2014.Tentang Aparatur sipil Negara (ASN) atau rancangan undang – undang ASN atau PNS,” tegasnya.

Laporan: Yoflan Bagang
Editor: Febriano K

WARTA UTAMA