oleh

Lurah Wae Belang Diduga Lakukan Pungli ke Calon Penerima Bantuan UMKM

MANGGARAI – Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah meluncurkan bantuan (Banpres) untuk pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) senilai Rp 2,4 juta. Banpres ini merupakan hibah untuk 12 juta UMKM, yang diberikan sekali kepada pelaku UMKM yang terdampak pandemi Covid-19 sebagai tambahan modal kerja.

Namun, bantuan yang bertujuan untuk menunjang kebutuhan masyarakat ini justru menjadi polemik di kelurahan Wae Belang, Kecamatan Ruteng, Kabupaten Manggarai, NTT. Polemik itu berupa dugaan pungutan liar (pungli) yang dilakukan Lurah Wae Belang.

Hal itu dikeluhkan oleh warga Kelurahan Wae Belang saat ditemui Media WN, pada Senin kemarin, 2 November 2020.

Yasinta Selumut (42) menerangkan bahwa dugaan pungli itu berupa tagihan uang sebesar Rp. 10.000 per-pelaku usaha. Uang tersebut kata dia, dipergunakan untuk membayar foto copy format sebanyak tiga lembar sebagai persyaratan untuk mendapatakan dana bantuan UMKM.

“Kami sebagai masyarakat merasa resah atas kebijakan kelurahan Wae Belang yang harus kumpul uang sebasar Rp. 10.000 hanya untuk foto copy format tiga lembar sebagai persyaratan untuk dapat dana bantuan UMKM. Kami tidak tahu apa mungkin harga foto copy tiga lembar itu besaranya sampai begitu. Tapi dugaan kami bahwa itu permainan mereka,” jelas Selumut.

Keluhan lain juga disampaikan Merlinda Lembu (33). Ia mengatakan, besaran uang yang diminta oleh pihak kelurahan Wae Belang itu sebelumnya tidak pernah disosialisasikan. Karena itu, mereka mencurigai kelurahan Wae Belang melakukan dugaan pungutan liar.

Lebih lanjut Merlinda menyampaikan, mereka merupakan calon penerima bantuan UMKM pada gelombang kedua. Di gelombang pertama, menurut dia, pihak Kelurahan tidak melakukan penagihan uang seperti pada gelombang kedua.

“Kenapa hanya kami saja yang harus kumpul uang? Sementara mereka yang gelombang pertama tidak diperlakukan seperti itu. Sebenarnya mereka yang di kelurahan itu harus menjelaskan kepada kami supaya tidak memicu persoalan seperti ini,” ungkap Lembu.

Hingga berita ini diturunkan, Media WN masih berupaya mengkonfirmasi Lurah Wae Belang, Rudolf Aquaviva Paul untuk dimintai tanggapan terkait polemik dugaan pungli tersebut. (BJ)