Sadis, Gegara Bawa Lari Perempuan, Pria di NTT ini Dihukum Gantung Kepala ke Bawah

Pembaca: 668 Orang
  •  

SUMBA BARAT DAYA – Seorang pria di Desa Rama Dana, Kecamatan Loura, Kabupaten Sumba Barat Daya, NTT menjadi viral di media sosial.

Dari informasi yang dihimpun, hal ini terjadi lantaran, pria tersebut digantung dengan kondisi kepala ke bawah.

Alasannya, pria ini diduga telah membawa lari seorang gadis yang merupakan pacarnya.

Keluarga wanita tidak merestui hubungan mereka. Setelah ditangkap, pria ini kemudian diberi hukuman gantung pada tanggal 22 Oktober, di Desa Rama Dana, RT 03, Dusun 1.

Anggota DPR RI dan juga pengacara kawakan Honing Sanny, hingga ibu kandung korban yang saat ini bekerja sebagai buruh migran di Malaysia pun ikut memviralkan kejadian ini.

loading...

Video berdurasi 1.11 menunjukan, seorang pria tergantung dengan posisi kepala dibawah. Sementara di sekelilng pria bertubuh kecil itu duduk sekelompok orang, bahkan terdapat juga dua anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) berseragam lengkap.

Dalam postingan dalam group facebook berita sumba barat daya II, sebuah akun bernama Tujuh Juli Yuli yang mengaku sebagai ibu kandung korban menyatakan, anaknya bukan pelaku kriminial yang harus menerima hukuman keji seperti itu. Bahkan setelah kejadian itu anaknya kini terbaring di rumah sakit.

“Terimakasih sudah menerima  saya bergabung digrup iniSaya pekerja sebagai ibu rumah tangga dinegri orang saya mohon kepada bapak penegak hukum dan terkususnya bapak kepala Negara RI mengharapkan keadilan atas.hakasasi anak saya yang diperlakukan seperti binatang.anak saya bukan pelaku kriminal yang mesti digantung dan disiksa dan dijadikan tontonan umum dan sekali lagi saya mohon kepada semua pihak dan siapapun yang membantu saya dan anak saya yang masih terbaring dirumah sakit  hingga saat ini,” tulisnya dalam postingan itu.

Menurut akun tersebut, anaknya disiksa dengan cara digantung kepala dibawa karena membawa lari sang pacar pasca tidak disetujui hubungan mereka oleh keluarga wanita. Setelah ditangkap, anaknya kemudian diberi hukuman gantung pada tanggal 22 Oktober, di Desa Rama Dana, RT 03, Dusun 1.

“Masalanya anak saya ini yang disiksa digantung seperti binatang dia pacaran dengan si perempuan yang sama-suka, karena mereka tidak disetujui jadi mereka kabur dari rumah melarikan diri akhirnya mereka ditangkap pihak keluarga perempuan. Anak saya disiksa digantung seperti binatang. Kejadiannya tanggal-22-10-2020, kejadiannya di Sumba Barat Daya, Kecamatan Loura Desa Ramadana Rt3, dusun 1,” ungkap Tujuh Juli Yuli.

Berikut videonya:

(RED)


  •  
  • 179
    Shares
loading...