oleh

Di NTT, Anak Kandung Nekat Bunuh dan Potong Burung Sang Ayah

media-wartanusantara.id– Seorang anak kandung nekat memotong kelamin ayah kandungnya.

Pristiwa nahas itu terjadi setelah sebelumnya nyawa ayah kandungnya itu hilang akibat dibunuh secara sadis.

Pristiwa nahas ini terjadi pada
Kamis (29/4/2021) siang sekitar pukul 14.00.

Adalah ML (30) nekat menghabisi nyawa ayahnya Daniel Lopo (74), warga Nunutili, RT 01/RW 01, Desa Sono, Kecamatan Amanatun Utara, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), NTT.

Melansir digtara.com, Kapolres TTS AKBP Andre Librian SIK melalui Kasat Reskrim Polres TTS Iptu Hendrica Bahtera S Tr K SIK yang dikonfirmasi, Sabtu (1/5/2021) menyebutkan, kasus ini bermula ketika ML datang meminta makan.

Saat itu ada MML, adik kandung pelaku berbaring di rumah tersebut. MML lalu menyuruh abangnya untuk masuk dan makan di dalam rumah besar yang letaknya 5 meter dari tempat MML berbaring.

Saat tersangka masuk dan makan di dalam rumah besar, MML langsung menuju ke rumah HL, kakak kandungnya yang tak jauh dari rumah korban.

Tiba-tiba MML mendengar korban berteriak minta tolong. MML langsung kembali lagi ke rumah dan melihat tersangka mencekik korban dengan menggunakan tangan kanan.

MML berusaha untuk melarang tersangka. Namun saat itu tersangka memarahi MML sehingga ia pun takut dan pergi meninggalkan tersangka yang sedang mencekik korban.

MML pun menuju ke rumah saksi lainnya AT. Namun belum tiba di rumah AT, ia sempat bertemu dengan AN. MML pun memberitahukan kepada AN kalau tersangka berusaha membunuh korban.

AN langsung berlari ke rumah korban. Di rumah korban, ia melihat korban tidur dengan posisi terlentang di tanah

Ia melihat kondisi korban yang sudah meninggal. Terdapat luka robek pada leher dan juga terdapat 11 luka tusukan pada dada, perut dan lengan serta bahu.

BACA JUGA:   Tinus Nekat Bunuh Sela di Kebun: Sempat Janjikan HP dan 11 Kali Bertemu

Tersangka membunuh korban secara sadis. Kemaluan korban dipotong dan disimpan di dalam baskom/bokor yang berisi jagung serta 2 potong daging anjing.

AN langsung melaporkan hal tersebut kepada pihak pemerintah desa dan kemudian pemerintah desa melaporkannya ke polisi.

“Kita langsung turun ke lokasi kejadian melakukan olah tempat kejadian perkara. Kita mendalami motif tersangka membunuh ayah kandung nya secara sadis,” jelas Kasat Reskrim Polres TTS Iptu Hendrica Bahtera S Tr K SIK. (*)

WARTA UTAMA