Dinilai Dakwaan JPU Kurang Teliti dan Cermat, WNA Ini Minta Dibebaskan dari Jeratan Hukum

DENPASAR – Majelis hakim di Pengadilan Negeri Denpasar diminta untuk membebaskan terdakwa Martin Paul Lindsey Clark dari tuntutan hukum dua tahun penjara oleh JPU I Made Lovi, SH.

Permintaan pembebasan terdakwa Martin Paul Lindsey Clark ini disampaikan oleh kuasa hukumnya yang terdiri dari Jansen Purba, SH, Komang Widiana Purnawan dan Imanuel Djo Njoera, SH pada sidang pleidoi Jumat ( 20/3) di Pengadilan Negeri Denpasar.

Di muka persidangan, para pengacara meminta kepada ketua majelis hakim Dr. I Wayan Gede Rumega, SH.MH  membebaskan klienya dari jeratan tuntutan pidana penjara 2 tahun oleh JPU I Made Lovi, SH. Karena dakwaan kabur, tidak teliti dan tidak cermat menggunakan kronologi yang tidak sebenarnya.

Pembelaan sebanyak 31 halaman dari terdakwa Martin Paul Lindsey menyatakan bahwa dakwaan JPU kabur dan tidak cermat. JPU juga tidak mampu membuktikan unsur-unsur dari tindak pidana yang didakwaankan.

Ditegaskan oleh para pengacara ini bahwa, berdasarkan fakta-fakta dan saksi-saksi dan saksi ahli yang dihadirkan dalam keteranganya, terdakwa sudah menggunakan uang yang diterima dari terdakwa II Richard Oliver untuk menyewa tanah sejumlah Rp 766,800.000  dan hak sewa atas nama korban (istri Alfredo Pollo) dan di pegang oleh korban.Terdakwa sudah membangun fisik bangunan berupa struktur,kolam renang, lantai dasar dan lantai dua sekitar 50% dari total progress bangunan dengan rata-rata nilai bangunan Villa Rp 7.000.000.

Terdakwa juga telah mengurus untuk menerbitkan IMB atas nama istri korban (Alfredo Apollo) Rp.785.000.000. Dengan demikian nilai yang diperuntukan membangun Vila untuk Alfredo atas nama istrinya. Dakwaan JPU terdakwa I melakukan perbuatan sesuai pasal 372 KUHP Jo.Pasal 55 ayat (1)ke -1 tidak terbukti. Bahwa dakwaan JPU terdakwa 1melakukan perbuatan sebagaimana dakwaan kedua pasal 378 KUHP Jo.Pasal 55 ayat (1) ke-1 tidak terbukti.

Dengan fakta-fakta dan analiasa hukum diatas, maka sebagai kuasa hukum terdakwa Martin Paul Lindsey Clark memohon agar majelis hakim memutus: menyatakan dakwaan JPU batal demi hukum. Menyatakan Martin Paul Lindsey Clark tidak terbukti bersalah melakukan tindak pidana seperti yang didakwakan JPU I Made Lovi dari Kejari Denpasar.

“Menyatakan Martin Paul Lindsey Clark lahir Oxford (1961) pekerjaan wiraswasta, warga Negara Inggris tidak terbukti bersalah  melakukan perbuatan yang didakwakan, membebaskan terdakwa dari seluruhnya dakwaan (Vrijspraak). Memulihkan hak terdakwa dalam kemampuan, kedudukan,harkat dan martabatnya sesuai dengan kertentuan yang berlaku di Indonesia, membebaskan biaya perkara ini kepada Negara.Apabila majelis hakim berpendapat lain, mohon hukuman yang seadil-adilnya pada putusan (31/3) mendatang,“ kata Pengacara Jansen Purba. (RED)