Gunakan Metode Smart Klamp, BSMI Jakarta Gelar Khitan Gratis

  •  
  •  
  •  
  •  

media-wartanusantara.id — BSMI DKI Jakarta bekerja sama dengan Yayasan Masjid Al Manar menggelar khitanan masal gratis untuk anak yatim dan dhuafa. Kegiatan dilaksanakan di Depok pada Ahad (20/12) dengan mengutamakan penerapan protokol kesehatan.

“Khitan ini juga perintah agama, sehingga diharapkan liburan mereka bisa diisi dengan kedekatan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala,” kata Direktur RSU Al-Fauzan, dr Prita Kusumaningsih.

“Selain itu, dalam suasana kesulitan ekonomi seperti saat ini, semoga program ini bisa membantu anak-anak yatim dan dhuafa,” sambung wanita yang juga merupakan Bendahara Umum BSMI.

Di kegiatan bakti sosial ini ada sekitar 60 orang anak yang dikhitan secara gratis. Khitan massal yatim dan dhuafa digelar di Komplek Masjid Al Manar, Kota Depok.

Kegiatan ini diikuti oleh 52 anak yatim dan dhuafa. Metode yang digunakan adalah smart klamp sehingga bisa meminimalisir rasa sakit kepada anak menggunakan metode Smartclamp.

Basuki menyebut metode smartclamp menggunakan alat seperti klem dengan bahan yang berkualitas, kuat dan aman. Khitan dengan smartclamp tidak perlu dijahit karena alat tersebut bisa menahan pendarahan.

Metode smartclamp ini lebih nyaman bagi anak, Ini satu kelebihan metode khitan dengan smartclamp, di samping kelebihan yang lain,” ujar Basuki.

Ia menyebut selain aman dan nyaman, tidak ada pendarahan proses khitan pun berjalan jauh lebih cepat.

“Tidak ada jahitan ataupun pembalutan luka sehingga meminimalkan risiko komplikasi. Selain itu risiko infeksi rendah dan tidak ada perawatan khusus sehingga anak bisa langsung memakai celana dan aktivitas,” ujar dia.

Basuki menambahkan, khitanan massal ini digelar dengan protokol kesehatan yang tinggi. Semua petugas dan anak yang dikhitan dan pendampingnya dilakukan screening Covid 19. Tim medis dan Pendamping anak sudah vaksinasi.

Acara khitan dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Selain dilakukan pemeriksaan kesehatan dan penyuluhan sunatan dalam kondisi pandemi, tim dan petugas juga dilengkapi APD yang memadai.

Ketua Baznas Kota Blitar Maryoto ditemui di sela-sela kegiatan menyampaikan, acara khitan dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Selain dilakukan pemeriksaan kesehatan dan penyuluhan sunatan dalam kondisi pandemi, tim dan petugas juga dilengkapi APD yang memadai.

“Selain gratis, peserta khitan juga kita kasih sangu (uang saku) per anak Rp 300 ribu,” imbuhnya

“Meski gratis, kita berikan yang terbaik dari RSU Al-Fauzan maupun MAI Foundation,” ujarnya.

“Semoga program ini bisa bermanfaat bagi masyarakat, saya yakin bahwa kegiatan ini telah dirasakan manfaatnya oleh warga. Terlebih di masa pandemi seperti ini, orang tua tidak perlu lagi mengeluarkan biaya untuk mengkhitankan anaknya,” kata Dansatgas. (Rls)