Siswa SMAK Loyola Labuan Bajo Perlu Meningkatkan Kemampuan Bahasa Inggris

  •  
  •  
  •  
  •  

media-wartanusantara.id – Mengingat Labuan Bajo yang ditetapkan sebagai Ibu Kota Pariwisata Super Premium, maka kemampuan berbahasa Inggris Siswa/i di SMAK St. Ignatius Loyola Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat perlu ditingkatkan.

Demikian yang disampaikan Siprianus Safardi, selaku Ketua Panitia perlombaan English Competition yang diikuti Siswa/i SMAK Loyola pada Jumaat, 19 November 2021. Kegiatan ini mengangkat tema “Literacy And Digital Era In Super Priority Tourism Destination“.

“Labuan Bajo sebagai kota super Premium memang perlu diimbangi dengan kemampuan berbahasa Inggris. Dengan demikian, Lembaga Pendidikan seperti SMAK Loyola sangat siap untuk menjawabi itu. Kemampuan anak terhadap teknologi juga harus sejalan dengan kemampuan berbahasa Inggris. Karena walaupaun mereka menguasai teknolgi, tapi tidak menguasai berbahasa, sama saja bohong. Oleh karena itu, kemampuan literasi dan digital harus seimbang atau dengan kata lain harus sekamar,” kata Safardi kepada Media Warta di sela-sela kegiatan, Jumaat pagi.

Safardi mengaku bangga dengan semangat serta keaktifan siswa/i SMAK Loyola dalam mengikuti perlombaan tersebut.
Dijelaskannya, dalam persiapan mengikuti lomba ini, mereka menyita waktu selama dua minggu. Dalam waktu dua minggu itu, kata Safardi, guru-guru selalu hadir di sekolah guna melatih siswa/i untuk mengikuti perlombaan story telling dan speech (Pidato).

“Kegiatan ini sangat didukung penuh oleh Kepala SMAK Loyola dan Yayasan Arnoldus. Karena itu kami selaku panitia mengucapakan terima kasih kepada Kepala Sekolah SMAK Loyola dan Yayasan Arnoldus Yansen,” ucapnya.

Sementara itu, Pater Gusti, selaku Kepala Sekolah SMAK Loyola menjelaskan, kegiatan ini merupakan bagian dalam rangka memperingati hari Bulan Bahasa yang jatuh pada 28 Oktober, dan hari Pahlawan serta Hari Ulang Tahun PGRI Kabupaten Manggarai Barat.

“Sebenarnya dalam dua bulan ini kami melaksanakan dua kegiatan. Tapi karena mengingat waktu yang sangat terbatas dan juga dengan situasi pandemi ini, maka kami putuskan untuk satu hari saja,” jelas Pater kepada Media Warta.

Di Bulan Oktober kemarin, cerita Pater, pihaknya tidak bisa melaksanakan kegiatan karena sekolahnya banyak menyita waktu, terutama dalam mempersiapkan peserta drumband dalam rangka menyambut Konferensi Polwan Sedunia. Lalu, berkaitan dengan hari Pahlawan tanggal 10 November, pihaknya juga harus mempersiapkan sejumlah murid untuk mengukuti pawai.

“Maka dari itu kami sepakat untuk menentukan waktunya hari ini, supaya sekalian juga merayakan HUT PGRI. Sehingga semuanya kita rangkum,” jelas Pater Gusti.

Pater menjelaskan, perlombaan yang digelar hari ini juga merupakan bentuk partisipasi siswa – siswi yang ada di sekolahnya. Mereka sungguh-sungguh mempersiapkan diri dalam rangka menyambut status Labuan Bajo sebagai destinasi wisata super Premium. Artinya, sekolah juga punya andil untuk menjawab tuntutan wisata super premium. Terutama dalam meningkatkan Sumber Daya Manusia.

Dia mengatakan, perlombaan ini diikuti oleh siswa dari setiap jurusan yang masing-masingnya berjumlah dua orang, baik dari kelas X sampai kelas XII. Total dari mereka yang mengikuti lomba speech dan story telling berjumlah 46 orang.

“Sedangkan juri dalam kegiatan ini berjumlah 6 orang, yang diambil dari luar sekolah SMAK loyola. Ada dari aktivis maupun dari sekolah lain yang memiliki kompeten. Tentu mereka adalah orang – orang yang Profesional,” ungkap Pater.

“Baik lomba story telling maupun speech, para peserta diberikan waktu durasinya 5 menit untuk tampil,” sambung Pater.

Dijelaskannya, kegiatan seperti ini baru pertama kali dibuat selama adanya pandemi Covid-19. Pater ingin menunjukkan kepada lembaga pendidikan dan masyarakat, bahwa walaupun pandemi itu membatasi ruang gerak, tetapi kreativitas siswa tidak dibatasi oleh ruang dan waktu.

“Jadi terus terang saja, SMAK Loyala ini selalu tampil di setiap momen di Manggarai Barat. Hampir setiap momen di kabupaten ini selalu melibatkan SMAK loyola,” bebernya.

Ke depannya, Pater Gusti berencana agar SMAK Loyola dapat merancang berbagai kegiatan yang melibatakan Pemerintah Daerah dalam rangka menjawab tuntanan destinasi wisata super premium. “Jadi kita ingin SMAK loyala ini dikenal di luar bukan karena familiarnya, melinkan karena kualitasnya,” tukas Pater Gusti.

Reporter: Yoflan Bagang
Editor: Febri Kabur