Agus Kabur Sayangkan Peristiwa yang Terjadi di Desa Satar Loung

  • 618
  •  
  •  
  •  
    618
    Shares

MANGGARAI – Tokoh masyarakat asal Satar Mese, Agustinus Kabur, S.H mengaku dirinya merasa sedih dan malu melihat situasi perpolitikan di Manggarai dalam menyambut pesta demokrasi Pilkada tahun 2020. Ia juga menyayangkan peristiwa yang terjadi di Desa Satar Loung, Kecamatan Satar Mese baru-baru ini.

“Melihat situasi di Satar Loung tiga hari lalu, hati saya menangis,” ungkap Agus, dalam orasi politiknya saat menghadiri kampanye Paket Deno-Madur di Watu Dali, desa Legu, Kecamatan Satar Mese, Kamis 5 November 2020.

Kader partai Demokrat Manggarai itu mengatakan, peristiwa yang terjadi di Satar Loung itu seolah-olah menghilangkan budaya orang Manggarai untuk saling menghargai satu sama lain.

“Coba lihat, ketika hari ini kegiatan kita diamankan polisi, itu menunjukan bahwa ada situasi yang tidak baik. Untuk kegiatan mulia ini harus datang polisi dan tentara. Sedih,” ujar Pensiunan Birokrat Kabupaten Manggarai Timur itu.

Menurut Agus, kampanye adalah kegiatan yang dilaksanakan sesuai dengan ketentuan undang-undang. Kehadiran paket Deno-Madur untuk menjumpai rakyat, lanjut Agus, tentu untuk membawakan misi dan niat yang baik.

“Kehadiran Deno-Madur bertujuan menjelaskan tentang program mereka untuk pembangunan Manggarai di masa yang akan datang. Itu sesuai perintah undang-undang, jadi tidak perlu diganggu,” jelasnya.

Sebelumnya, dua orang yang diduga anggota laskar 88 pendukung paket Hery-Heri sempat mengusik kegiatan kampanye paket Deno-Madur (DM) di Desa Satar Loung, Kecamatan Satarmese Kabupaten Manggarai, Selasa, 3 November 2020.

Kronologis kejadian tersebut bermula saat rombongan Deno Kamelus dipersilakan memasuki rumah milik Moses Man di Wae Mose, Desa Satar Loung.

Saat itu sekitar pukul 18.00 WITA, seorang yang diduga anggota Laskar 88 berinisial A
menyusupi rombongan Deno Kamelus dan tim. A masuk dan keluar lewati pintu belakang rumah, tanpa seijin Moses Man selaku pemilik rumah.

Tidak lama kemudian muncul seorang anak
yang diduga anggota Laskar 88 berinisial RF (17). Secara diam-diam, dia merekam video di saat Deno Kamelus bersama tim sedang berada dalam rumah milik Moses Man.

Ditanyai tentang siapa yang menyuruh RF merekam video itu, RF mengaku bahwa Ia disuruh oleh anggota Laskar 88 berinisial A dan RN. 

Sekitar pukul 18:00 WITA, sejumlah pemuda yang diduga anggota Laskar 88 Satarmese menyetel lagu paket Hery-Hari dari jarak yang tak jauh dari rumah Moses Man. Aktivitas sejumlah pemuda itu kemudian dihentikan oleh pihak kepolisian Polsek Satar Mese.

Kemudian pada pukul 19.00 WITA, sejumlah pemuda yang diduga anggota Laskar 88 Satar Mese tersebut mengendarai sepeda motor racing. Mereka melintasi tempat kegiatan kampanye Deno-Madur di depan halaman rumah Moses Man dengan suasan bising.

Demi menghindari reaksi negatif para pendukung Deno-Madur, pihak kepolisian Polsek Satarmese menghentikan aktivitas ugal-ugalan para pemuda itu.

Namun, seperti tak menaati imbauan pihak kepolisian, aksi fanatisme pemuda yang disebut-sebut sebagai pendukung paket Hery-Heri itu semakin menjadi-jadi.

Sekitar pukul 19.00 WITA, tepatnya di Pertigaan Kampung Wae Nampar dan Rua, dua orang pemuda berboncengan mengendarai sepeda motor. Kedua pemuda itu berpapasan dan berhenti tepat di depan pawai rombongan DM.

Saat itu, terpantau seorang pemuda yang memboncengi kendaraan bermotor itu turun dan berjalan ke arah Kampung Rua sambil mengumpat makian dan melempari rombongan DM dengan batu.

Sedangkan pemuda yang mengendarai sepeda motor berlari ke arah timur, sambil memaki serta melempari rombongan dengan batu hingga mengenai mobil rombongan dan tangan anggota TNI yang bertugas saat itu.

Berdasarkan informasi yang diperoleh media, pemuda pengendara sepeda motor tersebut adalah Ketua Laskar 88 Kecamatan Satarmese berinisial MM, berasal dari Desa Paka, Satar Mese.

Akibat suasana mencekam itu, Polisi yang bertugas kemudian melepaskan tembakan peringatan sebanyak dua kali. Ada pun saat itu pelaku berhasil diciduk oleh pihak kepolisian Polsek Satar Mese dan dihantarkan ke Polres Manggarai. (Red)