Pemerintah Jamin Ketersediaan Pangan di Manggarai Barat

  •  
  •  
  •  
  •  

media-wartanysantara.id – Proyek pekerjaan Rehabilitasi Jaringan Permukaan Kewenangan Pusat Daerah Irigasi di Lembor Kabupaten Manggarai Barat Tahun Anggaran 2020 yang saat ini sedang dikerjakan, mengakibatkan sejumlah petani Lembor tak lagi memanen selama semusim.

Meski demikian, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Manggarai Barat, Yeremias Ontong sangat optimis dan menjamin jika stok ketersediaan pangan di kabupaten Manggarai Barat untuk beberapa bulan ke depan dalam kondisi aman.

“Dalam posisi sekarang, jika kita melihat keadaaan panen sebelumnya dapat kami jelaskan bahwa di tahun 2020, mabar sebenarnya mengalami sirklus beras yang cukup besar yaitu sekitar 108.000  ton lebih, itu khusus untuk beras. Sementara kebutuhan kita itu hanya sekitar 32.000 ton, sedangkan yang produksi itu ada sebanyak 137.800 ton lebih,” kata Yerimias kepada Media Warta, Sabtu kemarin, 24 Juli 2021.

Dikatakannya, dari 263.000 jumlah penduduk masyarakat Mabar, itu ada pengeluran sebanyak 2.727 ton perbulan. Sehingga ada kelebihan dari hasil produksi pada tahun 2020.

Sampai sejauh ini, lanjut Yeremias, belum ada gejolak harga. Beras masih dalam posisi 11.000, sama dengan minggu-minggu sebelumnya. Jika nantinya ada gejolak harga, pemerintah siap lepas beras yang ada di gudang cadangan pemerintah.

“Karena Pemerintah tidak membiarkan Masyarakat dalam keadaan kelaparan mana kala terjadi kekurangan. Kalau lihat dari data, masih cukup,” jelasnya.

Sebelumnya, kata Dia, ada beberapa desa yang mengalami berbagai bencana, seperti banjir dan tanah longsor yang menyebabkan lahan-lahan masyarakat rusak di awal-awal tahun kemarin. Meski begitu, Pemerintah melalui Dinas sosial juga telah mengintervensi beras bantuan terhadap masyarakat.

Saat ini, lanjut Yerimias, di gudang bulog terdapat sebanyak 803.000 ton beras. Sementara di gudang Dinas Sosial ada 52 ton, dan di Dinas ketahanan pangan ada sebanyak 10 ton. Yerimias menyebutkan, beras cadangan ini nantinya akan dikeluarkan bila masyarakat kekurangan pangan.

“Karena hasil panen di bulan Mei itu kita ada kelebihan 54. 000. Sehingga ada cadangan untuk masyarakat. Itu cukup untuk 19 bulan ke depan, bisa sampai tahun 2022,” ungkap Yerimias.

Sebelumnya, saat ditemui terpisah, Plt. Kadis Pertanian Kabupaten Mabar, Laurensius Halu kepada Media Warta Sabtu kemarin menjelaskan, saat ini, ada 4 daerah sumber irigasi di persawahan Lembor. Daerah tersebut ialah Wae Kanta, Wae Sesap, Wae Lembur, dan Wae Raho. Dari 4 daerah ini, total luasnya itu mencapai 3.515 hektar.

“Tentu dengan terjadinya rehabilitasi jaringan irigasi persawahan Lembor, akan berdampak pada penurunan ketersediaan pangan,” ujar Laurensius.

Sejauh ini, pihaknya juga telah melakukan rapat koordinasi dengan tingkat kecamatan terkait persiapan pemerintah dalam mengatasi 4 daerah irigasi tersebut.

Laporan: Yoflan Bagang
Editor: Febriano K